Profil P3GI

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) merupakan suatu lembaga riset pergulaan di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dengan usia lebih dari 127 tahun, yang dahulu bernama Het Proefstation voor de Java Suiker Industrie. Pada waktu didirikan tahun 1887, institusi ini berperan dalam mendukung industri gula di wilayah Hindia Belanda agar mampu memberikan pelayanan kepada stakeholders, penyandang dana dan para pengguna teknologi gula. P3GI dalam Tiga ZamanProefstation menjadi kiblat industri gula tebu dunia dengan prestasi spektakuler yang diraih pada tahun 1921 melalui penemuan varietas POJ 2878 yang dapat menyelamatkan industri gula dunia dari serangan penyakit sereh dan pada tahun 1930 melalui penemuan varietas POJ 3016 karena mampu menghasilkan 18 ton gula per hektar.

P3GI menjadi satu-satunya lembaga penelitian di Indonesia yang khusus menel...
...Selanjutnya

Teknologi Unggulan
Varietas Unggulan

varietas-unggul-p3gi-pas.JPG Varietas unggul yang direkomendasikan

Selengkapnya...
Alat Multi Fungsi

amf.jpgAMF mampu melakukan 5 kegiatan dalam perawatan tebu keprasan

Selengkapnya...
Agenda
Oct 25th, 2014
to Oct 28th, 2014

IS-2014

Sep 22nd, 2014

Workshop Prosesing Gula

Selengkapnya
Opini, Berita, dan Riset
25 Juli 2014

Sosialisai Core Sampler di UU Bungamayang

sosialisasi-core-sampler-di-uu-bungamayang.pdf

..selanjutnya
17 Juli 2014

APLIKASI CORE SAMPLER DAN NIR UNTUK PENETAPAN RENDEMEN INDIVIDU SECARA ADIL DAN CEPAT

1234

Rendemen adalah fungsi dari kualitas tebu dan efisiensi pabrik. Hasil telaah P3GI terhadap rendemen dan komponennya selama musim giling (MG) 1935 - 2000 menunjukkan bahwa, kontribusi rendemen dari kualitas tebu sebesar 79 – 91% (rerata 85 %), sedangkan dari efisiensi pabrik hanya sebesar 9 – 21 % (rerata 15 %). Kualitas tebu berpengaruh besar terhadap fluktuasi rendemen. Pada umumnya permasalahan yang terjadi pada saat ini adalah pengukuran rendemen masih belum mencerminkan kualitas tebu individu yang dipasok ke pabrik gula (PG) secara akurat, terutama pada PG berkapasitas ≥ 4000 TCD. Akibatnya, pasok tebu lebih berorientasi pada bobot daripada kualitas, sehingga dapat dikatakan secara umum masih belum mampu mendorong pasok tebu yang berkualitas tinggi.

Salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di atas adalah, melakukan analisa tebu secara langsung, dengan cara: (1) Sampling tebu individu yang mampu telusur ke populasi atau sampling tebu langsung, (2)  Sampel yang terambil dinilai berdasarkan kualitas tebu individu (kualitas dan kuantitas nira tebu individu), serta (3) Faktor pabrik dinilai berdasarkan kristal nyata yang dihasilkan, oleh setiap rata-rata kualitas tebu dalam rentang waktu tertentu yang telah ditetapkan (1 hari, 1 minggu, 1 periode, atau 1 musim giling).

Dalam implementasinya, diperlukan metode pengukuran rendemen yang lebih akurat dan yang mewakili setiap truck/lori, yaitu: (1) Sampling tebu individu dilakukan menggunakan alat Core Sampler, (2) Pengukuran kualitas dan kuantitas nira individu, yang merupakan cerminan dari kualitas tebu individu, didekati dengan Pol tebu individu atau Kristal NPP % tebu individu, (3) Sedangkan faktor pabrik didekati dengan Overal Recovery (OR) atau Faktor Kristal. Dengan sistem ini, diharapkan nilai rendemen yang didapat lebih representatif, individual, lebih akurat, serta lebih menghargai prestasi individu pemasok tebu.

Selain ketepatan dalam menganalisa, diperlukan kecepatan untuk mengukur rendemen tebu individu. Penggunaan NIR spectroscopy  mampu mengukur %pol dan %brix secara cepat. Supaya NIR dapat mengukur secara akurat maka diperlukan collecting data baik dari tebu cacah (pol tebu) maupun nira hasil pemerahan hydraulic press (%pol dan %brix) untuk membuat persamaan kalibrasi yang valid.

..selanjutnya
17 Juli 2014

LABORATORIUM PENGUJIAN P3GI

LABORATORIUM PENGUJIAN P3GI

..selanjutnya
20 Juni 2013

Laboratorium P3GI

Laboratorium P3GI.

..selanjutnya