Profil P3GI

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) merupakan suatu lembaga riset pergulaan di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dengan usia lebih dari 125 tahun, yang dahulu bernama Het Proefstation voor de Java Suiker Industrie. Pada waktu didirikan tahun 1887, institusi ini berperan dalam mendukung industri gula di wilayah Hindia Belanda agar mampu memberikan pelayanan kepada stakeholders, penyandang dana dan para pengguna teknologi gula. P3GI dalam Tiga ZamanProefstation menjadi kiblat industri gula tebu dunia dengan prestasi spektakuler yang diraih pada tahun 1921 melalui penemuan varietas POJ 2878 yang dapat menyelamatkan industri gula dunia dari serangan penyakit sereh dan pada tahun 1930 melalui penemuan varietas POJ 3016 karena mampu menghasilkan 18 ton gula per hektar.

P3GI menjadi satu-satunya lembaga penelitian di Indonesia yang khusus menel...
...Selanjutnya

Teknologi Unggulan
Pupuk Halei

halei-depan.jpgPupuk majemuk NPK dengan bahan pengendali

Selengkapnya...
Varietas Unggulan

varietas-unggul-p3gi-pas.JPG Varietas unggul yang direkomendasikan

Selengkapnya...
Agenda
Apr 2nd, 2013
to Apr 3rd, 2013

Pelatihan Penangkar Bibit Tebu Gel. 5

Mar 13th, 2013
to Mar 14th, 2013

Pelatihan Penangkar Bibit Tebu

Selengkapnya
Opini, Berita, dan Riset
18 Mei 2013

SELAMAT GILING 2013

Selamat Giling 2013

..selanjutnya
9 April 2013

Pelatihan di P3GI Tahun 2013

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) merupakan lembaga penelitian yang berdiri sejak tahun 1887. Sebagai lembaga penelitian yang menangani pertebuan dan pergulaan yang telah berpengalaman, P3GI telah mampu menghasilkan teknologi di bidang on farm dan off farm. Disamping itu P3GI juga menyelenggarakan berbagai topik pelatihan yang sangat berguna sebagai proses transfer pengetahuan dari peneliti kepada para pelaku industri gula dan pertebuan. Dalam Katalog Pelatihan P3GI tahun 2013 ini disajikan berbagai Topik Pelatihan dan informasi terkait penyelenggaraan pelatihan di P3GI yang akan dilaksanakan selama tahun 2013 di P3GI atau di tempat lain yang terkait topik pelatihan. Topik-topik pelatihan yang diselenggarakan di P3GI dapat di buka di link berikut :

DAFTAR PELATIHAN TEBU dan GULA di P3GI

Pelatihan dilaksanakan dengan biaya per paket, termasuk gedung, fasilitas praktikum dan praktek lapang di kebun P3GI, materi kit, hand out hard copy, sertifikat, atribut (antara lain topi dan kaos berlogo P3GI) dan konsumsi selama jam pelatihan.  Biaya tersebut tidak termasuk akomodasi (penginapan dan konsumsi di luar jam pelatihan) dan PPN 10%. Jika dikehendaki atau dipandang perlu dilakukan praktek di luar P3GI, atau dikehendaki adanya kegiatan refresing (outbond atau wisata ilmiah) maka akan dikenakan biaya tambahan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Manajer Pelatihan dan Informasi P3GI:

Ir. Trikuntari Dianpratiwi, M.Si, dengan No. HP 0817376064 atau email: tdianpratiwi_isri@yahoo.co.id  atau trik.dianp@gmail.com atau riset_gula@yahoo.com

..selanjutnya
9 April 2013

SEKILAS TENTANG BIBIT ASAL KULTUR JARINGAN

Aris Toharisman
Indonesian Sugar Research Institute
atoharis@yahoo.com

 

Bibit tebu bentuknya beragam, mulai dari pucuk, bagal mata 3, bagal mata 1, rayungan, topstek, budsett, planlet, bud chip, hingga bentuk-bentuk lainnya. Salah satu metoda pembibitan yang sedang populer saat ini menghasilkan bibit yang disebut single bud planting (SBP). Ini adalah bibit tebu yang berasal dari satu mata tunas, diperbanyak melalui pendederan, yang dipindahkan ke kebun dalam bentuk tunas tebu umur 2 bulan. SBP populer dalam 2 tahun terakhir ini setelah diadopsi dari proses pembibitan tebu di Columbia. Oleh karena itu, beberapa pihak menyebutnya sebagai pembibitan model Columbia. Metoda ini menyedot perhatian para praktisi gula karena bisa melipatgandakan bibit dalam jumlah banyak dan waktu relatif cepat.

Sayangnya euforia SBP ini sering mengaburkan makna kualitas bibit. SBP bisa membantu menyediakan bibit dalam jumlah banyak dan waktu cepat, namun bukan solusi dalam penyediaan bibit sehat. SBP hanyalah salah satu bentuk bibit tebu. Yang justru penting dan patut diperhatikan untuk mendukung produktivitas gula yang tinggi, bibit tebu harus berasal dari sumber bibit yang murni, sehat (bebas hama penyakit) dan produktif.

Bibit tebu berasal dari 2 sumber, yaitu: (1) konvensional dan (2) kultur jaringan. Bibit konvensional biasanya diambil dari bagian tanaman tebu bibit umur 6-7 bulan. Bentuknya bisa macam-macam seperti yang disebutkan di atas, termasuk SBP. Bibit konvensional tidak bisa terbebas dari serangan hama dan penyakit karena proses produksi dilakukan sepenuhnya di lapang. Sebaliknya, bibit tebu eks kultur jaringan bisa terbebas dari penyakit sistemik dan hama sehingga lebih sehat dan produktif.

Untuk Artikel Lengkap dapat membuka link di bawah ini :

Bibit Tebu Kultur Jaringan

..selanjutnya
7 April 2013

RUMUSAN WORKSHOP IKAGI “ANTISIPASI GILING 2013”

Dalam rangka antisipasi musim giling 2013, khususnya dari sisi tanaman, IKAGI bekerjasama dengan PTPN IX (Persero) dan P3GI menyelenggarakan Workshop “Antisipasi Giling 2013” pada tanggal 28 Maret 2013 di PG Tasikmadu (PTPN IX), Karang Anyar. Workshop dihadiri 56 peserta yang berasal dari hampir semua perusahaan gula di Jawa.

Workshop diadakan dalam bentuk diskusi interaktif. Peserta saling berbagi informasi dan pengalaman dalam mempersiapkan tanaman tebu giling berkualitas baik atau MBS (manis, bersih dan segar). Sebagai pengantar diskusi, P3GI mempresentasikan prediksi iklim dan produksi gula tahun 2013.

 

Hasil Lengkap Rumusan Workshop IKAGI 2013, dapat dilihat di attachment berikut :

 Rumusan Workshop IKAGI “Antisipasi Giling 2013″

 

..selanjutnya
Pencarian Publikasi
Kata Kunci Pencarian:
Publikasi Penelitian Gula
Buku memoar Dies Natalis P3GI ke 121 tahun

Selengkapnya
data.gif
Berita, Opini, dan Riset Terbaru

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
(P3GI)
Jalan Pahlawan No 25
Pasuruan 67126
Telp (0343) 421086
Fax (0343) 421178,
info

1002616 pageviews
logged since November 2005